Buku, Hak Cipta, & Beasiswa
Materi Terkunci
Pilih paket untuk mulai menonton
Tentang Kelas Ini
Pelajari cara menulis buku, mengurus hak cipta, hingga mempersiapkan strategi mendapatkan beasiswa. Dilengkapi tips membangun karya, personal branding, menyusun dokumen, dan memaksimalkan prestasi untuk membuka lebih banyak peluang.
Daftar Video (5)
-
1
From Idea to Ownership: Mengenal Hak Cipta untuk Mahasiswa
📚 From Idea to Ownership: Mengenal Hak Cipta untuk MahasiswaSeries #1 Ruang Mapres Mentor: Ni Made Dwinda Sintania Putri | DwindaBanyak mahasiswa berpikir bahwa hak cipta hanya untuk penulis buku atau orang yang sudah memiliki karya besar. Padahal, setiap kali kamu menulis artikel, membuat poster, video edukasi, aplikasi, modul, atau media pembelajaran, kamu sudah menjadi seorang creator.Pada sesi pertama Ruang Mapres ini, kamu akan memahami bahwa hak cipta bukan hanya tentang aspek legal, tetapi juga tentang membangun portofolio, meningkatkan daya saing untuk Mapres, beasiswa, magang, hingga personal branding sebagai mahasiswa berprestasi. ✨ Apa yang akan kamu pelajari?Mengapa hak cipta penting bagi mahasiswa dan manfaatnya bagi portofolio akademik.Pengertian hak cipta berdasarkan UU No. 28 Tahun 2014, prinsip otomatis dan deklaratif, serta perbedaan hak ekonomi dan hak moral.Jenis-jenis karya mahasiswa yang dapat dilindungi, mulai dari karya tulis, poster, video edukasi, fotografi, hingga program komputer dan aplikasi.Studi kasus nyata perjalanan dua karya yang telah resmi tercatat di DJKI Kementerian Hukum RI: PCOSide dan Buku Media Edukasi Kesehatan: Konsep, Desain, Implementasi, dan Evaluasi.Framework praktis Problem → Observation → Research → Brainstorm → Outline → Draft → Revision → Final Work → Copyright, sehingga kamu dapat mengubah ide menjadi karya yang siap didaftarkan.Langkah-langkah pendaftaran hak cipta secara online melalui e-Hak Cipta DJKI, mulai dari persiapan dokumen hingga terbitnya sertifikat elektronik. 💡 Key TakeawaysHak cipta muncul secara otomatis ketika karya diwujudkan dalam bentuk nyata.PKM, karya ilmiah, poster, video, aplikasi, buku, hingga media edukasi yang kamu buat sudah termasuk karya yang dapat dilindungi.Pencatatan di DJKI memberikan bukti hukum yang kuat apabila terjadi sengketa kepemilikan.Proses dari ide hingga hak cipta realistis dilakukan oleh mahasiswa, selama karya telah benar-benar final. 🎯 Mini ChallengeCoba pikirkan satu karya yang pernah kamu buat. Apakah sudah berbentuk nyata? Sudah final? Jika jawabannya "ya", mungkin karya tersebut sudah siap untuk didaftarkan sebagai hak cipta."Kamu Sudah Punya Idemu. Wujudkan."Setiap karya besar selalu dimulai dari satu langkah kecil. Mulailah hari ini, karena you are already a creator. 🔗 Referensi & Link PentingMateri Lengkaphttps://docs.google.com/document/d/1_L31NJma8uaiNrHHhRgm8QNQSwLtlI-3UyRNAnqVAes/edit?usp=sharing 📱 Prototype Aplikasi PCOSidehttps://bit.ly/PCOSidePrototypeApplication📄 Hak Cipta PCOSidehttps://hakcipta.dgip.go.id/legal/c/MDAxMjMzMjMz📖 Buku “Media Edukasi Kesehatan: Konsep, Desain, Implementasi, dan Evaluasi”https://books.google.co.id/books?id=SwvkEQAAQBAJ&pg=PA68&dq=media+edukasi+kesehatan+:+konsep,+desain,+implementasi,+dan+evaluasi&hl=en&newbks=1&newbks_redir=0&source=gb_mobile_search&ovdme=1&sa=X&ved=2ahUKEwj_gqb_g6-VAxXtwjgGHRt9PUkQ6AF6BAgHEAM#v=onepage&q=media%20edukasi%20kesehatan%20%3A%20konsep%2C%20desain%2C%20implementasi%2C%20dan%20evaluasi&f=false📄 Hak Cipta Bukuhttps://hakcipta.dgip.go.id/legal/c/MDAxMjM0MTUz🌐 Portal Pendaftaran Hak Cipta DJKIhttps://e-hakcipta.dgip.go.id
Materi Pendukung -
2
From Idea to Ownership: Menulis & Menerbitkan Buku sebagai Mahasiswa
📚 From Idea to Ownership: Write Beyond GraduationMenulis & Menerbitkan Buku sebagai MahasiswaSeries #2 Ruang MapresMentor: Ni Made Dwinda Sintania Putri | DwindaPernah nggak kamu punya satu topik yang sering banget kamu jelaskan ke teman?Pernah kepikiran, “Bagaimana kalau topik ini jadi sebuah buku?”Menulis buku sebagai mahasiswa bukan sesuatu yang harus ditunggu sampai lulus, menjadi dosen, atau merasa sudah “cukup ahli”. Kamu bisa mulai dari masalah yang kamu temui, topik yang kamu kuasai, dan kebutuhan pembaca yang nyata.Di Ruang Mapres Series #2, kita akan membahas perjalanan dari ide → naskah → buku terbit → impact secara praktis, dengan studi kasus buku “Media Edukasi Kesehatan: Konsep, Desain, Implementasi, dan Evaluasi” sebagai contoh nyata. ✨ Apa yang akan kamu pelajari?Find Your Idea: menemukan ide buku dari masalah nyata, minat, pengalaman, dan research gap.Plan Your Book: menentukan jenis buku, target pembaca, tujuan, serta menyusun struktur bab.Research & Write: mencari sumber kredibel dari jurnal, SINTA, Scopus, PubMed, pedoman resmi, dan mengelola referensi dengan Mendeley/Zotero.Build Your Manuscript: memecah proses menulis menjadi bagian kecil: satu bab, satu subbab, hingga satu paragraf.Edit & Collaborate: memahami perbedaan substantive revision dan language editing serta membangun sistem kerja jika menulis bersama tim.Publish Your Book: mengenal jalur penerbitan, mulai dari penerbit umum, penerbit akademik, university press, hingga indie/self-publishing.ISBN & Copyright: memahami hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menerbitkan buku dan bagaimana buku dapat menjadi karya yang terdokumentasi secara profesional.Turn Your Book into Impact: mengubah buku menjadi portofolio, personal brand, bukti proses, dan peluang akademik berikutnya. 💡 Key TakeawaysKamu tidak perlu menunggu lulus untuk mulai menulis buku.Mulailah dari masalah dan kebutuhan, bukan dari judul yang harus langsung sempurna.Tentukan jenis buku + topik + target pembaca sebelum menyusun naskah.Riset yang baik bukan tentang mengumpulkan sebanyak mungkin referensi, tetapi mengetahui referensi mana digunakan untuk mendukung bagian tertentu.Menulis secara konsisten sedikit demi sedikit lebih realistis daripada menunggu waktu luang yang sempurna.Saat editing, struktur dan substansi diperbaiki terlebih dahulu, baru kemudian bahasa dan formatting.Buku yang sudah terbit bukan akhir perjalanan. Dokumentasikan naskah, proses, ISBN, bukti terbit, dan dampaknya sebagai bagian dari academic portfolio. 🎯 Mini ChallengeBuka catatanmu dan tulis:1. Topik yang ingin kamu tulis:2. Siapa pembacanya:3. Masalah/gap yang ingin kamu jawab:4. Jenis buku: Ajar / Referensi / Monograf / Populer Ilmiah5. Judul sementara:6. Tiga bab pertama:7. Satu sumber yang perlu kamu cari:Kamu tidak perlu menyelesaikan bukunya hari ini.Kamu hanya perlu membuat rancangan pertamamu. Idea → Book → Impact. 🔗 Referensi & Link Penting📋MATERI LENGKAPhttps://docs.google.com/document/d/1tx5W5G-k2f348AcpFIFZEVAUQVgC9iOoCYV90CbySD8/edit?usp=sharing 📖 Buku “Media Edukasi Kesehatan: Konsep, Desain, Implementasi, dan Evaluasi”https://books.google.co.id/books?id=SwvkEQAAQBAJ🏢 Dilatra Global Publishinghttps://penerbit.dilatraglobalpublishing.com/🌐 Gramedia Digital Publishing System: Pengajuan Naskahhttps://dps.gramedia.com/ Platform resmi untuk mengirimkan naskah ke penerbit-penerbit Kompas Gramedia. 📋 FAQ Digital Publishing System Gramediahttps://dps.gramedia.com/faq Berisi informasi penerbit yang tersedia, cara pengajuan, genre, dan ketentuan naskah. 🆔 Layanan ISBN: Perpustakaan Nasional RIhttps://isbn.perpusnas.go.id/landing_page/homeLaman resmi layanan ISBN Perpusnas RI. 📑 Petunjuk Teknis Layanan ISBN Perpusnashttps://isbn.perpusnas.go.id/docsurat/Petunjuk%20Teknis%20Layanan%20ISBN%20-%2020230106.pdf. 🔎 Google Scholarhttps://scholar.google.com/. 🧬 PubMedhttps://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/. 📚 Mendeley Reference Managerhttps://www.mendeley.com/download-reference-manager/. Mendeley dapat digunakan untuk mengelola referensi, anotasi PDF, sitasi, dan bibliografi. 📚 Zoterohttps://www.zotero.org/. Reference manager gratis untuk mengumpulkan, mengorganisasi, dan membuat sitasi/bibliografi 📌 Preview Series SelanjutnyaSeries #3: Build Your Academic Portfolio: Dari Prestasi Menjadi Personal BrandSeries #4: Scholarship Blueprint: Merancang Profil Awardee dari NolSeries #5: Confessions of an Awardee: Yang Tidak Diceritakan di Balik PrestasiYou already have an idea. Now, write it✍🏻📚
Materi Pendukung -
3
Build Your Academic Portfolio & Personal Brand: Dari Prestasi Jadi Identitas
📁 Build Your Academic Portfolio & Personal Brand: Dari Prestasi Jadi IdentitasSeries #3 Ruang MapresMentor: Ni Made Dwinda Sintania Putri | DwindaPernah nggak kamu menemukan opportunity yang menarik, tapi kemudian panik karena diminta CV, sertifikat, supporting documents, atau portfolio?Padahal, masalahnya sering kali bukan karena kita kurang pengalaman. Kita hanya belum mendokumentasikan, mengorganisasi, dan menceritakan pengalaman tersebut dengan baik.Di Ruang Mapres Series #3, kita akan membahas bagaimana pengalaman yang selama ini terasa terpisah-pisah mulai dari kompetisi, organisasi, proyek, publikasi, karya, skill, sampai pengalaman profesional bisa dihubungkan menjadi academic portfolio dan personal brand yang autentik.Dengan mengambil perjalanan penyusunan portofolio untuk Pilmapres sebagai real case study, sesi ini akan menunjukkan bagaimana sebuah perjalanan dapat dikumpulkan menjadi bukti, diubah menjadi cerita, dan perlahan membentuk identitas yang jelas. Materi ini bukan hanya untuk calon Mapres, tetapi untuk siapa pun yang ingin lebih siap saat opportunity datang. ✨ Apa yang akan kamu pelajari?Why Start Now?: kenapa kamu tidak perlu menunggu sampai punya “banyak prestasi” untuk mulai membangun portfolio.Portfolio Audit: mengenali pengalaman, karya, skill, kontribusi, dan pencapaian yang sebenarnya sudah kamu miliki.The 6 Portfolio Assets: memetakan pengalaman ke kategori Academic Achievement, Projects & Innovation, Intellectual Works, Leadership & Contribution, Skills & Professional Experience, serta Exposure & Recognition.Don't Just Do It, Document It: membuat sistem dokumentasi menggunakan Google Drive, struktur folder, dan file naming system yang jelas.From Evidence to Story: mengubah pengalaman menjadi cerita melalui framework Achievement + Process + Impact + Reflection.Find Your Red Thread: menemukan pola dari pengalamanmu melalui pertanyaan: What am I good at? + What do I care about? + What have I done?Portfolio ≠ Personal Brand: memahami perbedaan antara apa yang sudah kamu lakukan dan apa yang mulai dipahami serta diingat orang tentang dirimu.Where Does Your Portfolio Live?: memilih “rumah” yang tepat untuk portofoliomu—mulai dari CV, Google Drive, LinkedIn, Instagram, ORCID, hingga personal website/Canva/Notion.Authenticity Over Perfection: membangun personal brand tanpa harus berpura-pura menjadi expert atau menampilkan kehidupan yang sempurna.💡 Framework utama yang akan kita gunakan:EXPERIENCE → EVIDENCE → STORY → IDENTITY → OPPORTUNITYKamu punya pengalaman.Dokumentasikan menjadi evidence.Hubungkan menjadi story.Temukan pola yang membentuk identity.Lalu gunakan semuanya ketika opportunity datang. 🎯 Key TakeawaysOpportunity tidak selalu datang kepada orang dengan pengalaman paling banyak, tetapi sering kali kepada mereka yang paling siap menunjukkan apa yang sudah mereka lakukan.Portfolio bukan sekadar folder berisi sertifikat. Portfolio adalah bukti tentang perjalanan, skill, karya, kontribusi, pertumbuhan, dan arahmu.Kamu tidak harus memiliki semua jenis prestasi atau pengalaman. Yang penting adalah memahami apa yang sudah kamu punya dan bagaimana semuanya saling terhubung.Mulai bangun sistem dokumentasi sekarang agar kamu tidak perlu mencari semuanya dari nol ketika ada kesempatan mendadak.Jangan hanya menulis “pernah ikut lomba” atau “pernah jadi panitia”. Ceritakan juga apa yang kamu lakukan, skill yang digunakan, dampaknya, dan apa yang kamu pelajari.Personal branding bukan berarti menciptakan persona palsu. Your personal brand is a story you are still building.Tidak semua platform harus kamu punya. Pilih CV, Drive, LinkedIn, ORCID, Instagram, atau website berdasarkan tujuanmu, bukan karena FOMO.Prinsip paling penting: AUTHENTICITY OVER PERFECTION. 🎯 Mini Challenge: Portfolio AuditCoba buka catatanmu dan pilih minimal 3 pengalaman yang pernah kamu lakukan. Lalu tuliskan:1. Experience: Apa yang terjadi atau apa yang kamu lakukan?2. Skill: Kemampuan apa yang kamu gunakan?3. Evidence: Apa bukti konkretnya? Sertifikat, karya, proyek, dokumentasi?4. Impact: Apa hasil atau kontribusinya?5. Reflection: Apa yang pengalaman ini katakan tentang dirimu?Setelah itu, coba tanyakan:What patterns do you see?What skills keep appearing?What kind of problems do you keep caring about?What story is already forming?Kalau bingung mulai dari mana, lakukan 3 langkah pertama ini hari ini:STEP 1: Buat folder “MY ACADEMIC PORTFOLIO” di Google Drive.STEP 2: List dan dokumentasikan minimal 10 pengalaman yang pernah kamu lakukan.STEP 3: Pilih 3 pengalaman, lalu ubah menjadi cerita melalui Experience → Evidence → Story.Kamu nggak harus langsung punya CV sempurna, LinkedIn yang lengkap, website pribadi, ORCID, dan personal branding yang sudah jadi.Start with what you have. Document your journey. Connect the dots.Karena suatu hari nanti, sebuah opportunity mungkin akan bertanya: “Tell us about yourself.” Dan semoga saat hari itu datang, kamu tidak perlu mulai dari nol untuk mencari jawabannya. 🔗 Referensi & Link Pendukung📝Materi Lengkaphttps://docs.google.com/document/d/1mKB7VQWU6tYM_SsbcrntQypNCfuMLl6mebI1mup0m-U/edit?usp=sharing 📁 Google DriveUntuk membangun evidence archive dan menyimpan dokumentasi portfolio secara terstruktur.Google Drive 💼 LinkedInUntuk membangun professional presence, menampilkan pengalaman, proyek, skill, dan perjalanan profesionalmu.LinkedIn 🆔 ORCIDIdentitas akademik unik yang dapat digunakan untuk menghubungkan karya dan research output, terutama bagi mahasiswa yang mulai aktif dalam penelitian atau publikasi.ORCID 🌐 Google SitesSalah satu opsi sederhana untuk membuat personal website atau portfolio showcase.Google Sites 🎨 CanvaDapat digunakan untuk membuat visual portfolio, CV, atau halaman showcase karya.Canva 📝 NotionAlternatif untuk membangun portfolio digital, mendokumentasikan proyek, dan mengorganisasi perjalanan akademik.Notion 📌 Preview Series SelanjutnyaSeries #4: Scholarship Blueprint: Merancang Profil Awardee dari NolSeries #5: Confessions of an Awardee: Yang Tidak Diceritakan di Balik PrestasiYou have ideas worth protecting.You have knowledge worth turning into a work.And now, you have a journey worth documenting and a story worth building.
Materi Pendukung -
4
Scholarship Blueprint: Merancang Profil Awardee dari Nol
🎓Scholarship Blueprint: Merancang Profil Awardee dari NolSeries #4 Ruang MapresMentor: Ni Made Dwinda Sintania Putri | DwindaDi Ruang Mapres Series #4, kita akan membahas bagaimana membangun Scholarship Blueprint dari nol: mulai dari menemukan peluang, mengecek kecocokan, menyiapkan dokumen, membangun cerita, menghadapi seleksi, hingga siap submit sebelum deadline.Materi ini juga berangkat dari pengalaman nyata Dwinda sebagai Awardee Beasiswa BESTARI, sehingga proses seleksinya digunakan sebagai real case study. Namun, perlu diingat bahwa setiap beasiswa memiliki tahapan, persyaratan, dan sistem penilaian yang berbeda. ✨ Apa yang akan kamu pelajari?🔎 1. Find the OpportunityInfo beasiswa sebenarnya tersebar di banyak tempat.Mulai dari: Official Instagram penyelenggara, Website resmi lembaga, Bagian kemahasiswaan kampus, Alumni & community, Scholarship aggregator. Jangan hanya menunggu informasi datang. Bangun scholarship radar-mu sendiri.Sebelum memasukkan data pribadi, selalu lakukan verifikasi:Is it official? Am I eligible? Is it relevant? What do I need? What’s the deadline? 🎯 2. Check the FitTidak semua beasiswa harus kamu daftar.Cek:Semester, IPK, Jurusan, Persyaratan khusus, Dokumen, Tahapan seleksi, DeadlineKesesuaian dengan perjalanan dan tujuanmuJangan mengejar semua peluang. Cari peluang yang tepat untuk profilmu. 📝 3. Understand the Selection GameSetiap beasiswa punya selection game-nya sendiri.Bisa berupa:Administration → Interviewatau:Administration → Academic Test → Essay → Interviewatau bahkan:Administration → Essay → Pitching → InterviewDalam studi kasus BESTARI, tahap seleksi meliputi pendaftaran → TPA → tes esai → wawancara. ✍🏻 4. Tell a Story Worth RememberingEssay bukan tempat untuk menumpuk semua prestasi.Don’t just list your achievements. Build your perspective.Gunakan alur:HOOK → EVIDENCE → PERSONAL CONNECTION → CONTRIBUTIONKemudian ubah pengalaman menjadi cerita:Achievement → Process → Impact → ReflectionKarena yang ingin dilihat bukan hanya “apa yang pernah kamu lakukan?”, tetapi:“Apa yang kamu lakukan, apa dampaknya, dan apa yang berubah dalam dirimu?” 🎤 5. Survive the InterviewCV menjelaskan WHAT yang kamu lakukan.Interview menjelaskan WHY IT MATTERS.Beberapa pertanyaan yang perlu kamu persiapkan:Tell me about yourself.Why do you deserve this scholarship?What shaped you?What is your weakness?How will you contribute?Gunakan STAR:Situation → Task → Action → ResultFokus terbesar ada pada ACTION, karena di situlah kontribusi nyata kamu terlihat. 🚀 6. Pitch Your IdeaJika beasiswa memiliki tahap presentasi, gunakan struktur:HOOK → PROBLEM → SOLUTION → IMPACT → CLOSINGJangan mencoba menjelaskan semuanya.Make them remember one thing. 📂 7. Build Your Scholarship Master FolderJangan baru menyiapkan dokumen ketika pendaftaran sudah dibuka.Siapkan:CV & Personal ProfileTranskrip/KHSSertifikatPrestasi & ProjectSurat rekomendasiMotivation Letter / Personal StatementDokumen administratifDokumen pendukung lainnyaPortfolio yang kamu bangun di Konten 3 sekarang berubah menjadi application kit untuk beasiswa. 💡 KEY TAKEAWAYSBeasiswa tidak dimulai saat pendaftaran dibuka, tetapi jauh sebelum kesempatan itu datang.Jangan hanya menunggu informasi beasiswa. Bangun scholarship radar dengan rutin memantau sumber resmi, kampus, alumni, dan komunitas.Tidak semua beasiswa harus kamu daftar. Kenali fit antara persyaratan, profil, pengalaman, dan tujuanmu dengan program yang dituju.Prestasi saja tidak cukup. Ubah pengalaman menjadi evidence dengan menunjukkan peran, tindakan, dampak, dan pembelajaran.Essay bukan tempat untuk menumpuk semua prestasi. Tunjukkan perspektif, pengalaman personal, dan kontribusi yang ingin kamu bawa.Interview adalah kesempatan untuk menunjukkan orang di balik dokumen. Kenali ceritamu sendiri dan jawab dengan autentik menggunakan struktur STAR.Jangan mulai dari nol setiap kali ada beasiswa. Bangun Scholarship Master Folder yang berisi CV, sertifikat, transkrip, rekomendasi, dan template motivation letter yang bisa disesuaikan.Setiap beasiswa memiliki “selection game” yang berbeda. Selalu baca panduan resmi dan sesuaikan strategimu dengan tahapan seleksinya.Pada akhirnya, profil awardee bukan tentang terlihat sempurna, tetapi tentang mampu menunjukkan perjalanan yang relevan, bermakna, dan terhubung dengan tujuan beasiswa. 🎓 INFORMASI BEASISWA — AGUSTUS–SEPTEMBER 2026https://docs.google.com/document/d/13D0-TUA2GpzmRESffK_OA9NA9AoFY233D-Qew1fyVmA/edit?usp=sharing 📋Essay Starter Beasiswa KONTEN 4 RUANG MAPRES DWINDAhttps://docs.google.com/document/d/15htlj1D2vNoehuDNbNKqzIqvbHjslmx-/edit?usp=sharing&ouid=101457565607453439578&rtpof=true&sd=true 🔗 REFERENSI & LINK PENTING🎓 Beasiswa Unggulan — Kemendikdasmenhttps://beasiswaunggulan.kemendikdasmen.go.id📚 TELADAN — Tanoto Foundationhttps://www.tanotofoundation.org🌾 Beasiswa JAPFA untuk Anak Negerihttps://www.beasiswajapfa.co.id🏛️ LPDPhttps://lpdp.kemenkeu.go.id🏦 Bank Indonesiahttps://www.bi.go.id🏢 Yayasan Khouw Kalbehttps://www.yayasankhouwkalbe.org🧠 TestPA Online — Latihan TPAhttps://www.testpaonline.com📋 SCHOLARSHIP READINESS CHECKSebelum mendaftar, coba cek:☐ CV sudah diperbarui dalam 3 bulan terakhir☐ Semua sertifikat sudah tersusun secara digital☐ Motivation letter dasar sudah tersedia☐ Minimal 2 calon pemberi rekomendasi sudah siap☐ Sudah punya 3 pengalaman utama untuk diceritakan☐ Sudah latihan minimal 5 pertanyaan interview☐ Sudah memahami persyaratan beasiswa target☐ Deadline sudah masuk kalender/reminder0–3: START BUILDING4–6: ALMOST READY7–8: APPLICATION READY 🎯 🎓 THE SCHOLARSHIP BLUEPRINT01 FIND THE OPPORTUNITY02 CHECK THE FIT03 PREPARE YOUR EVIDENCE04 KNOW YOUR STORY05 COMMUNICATE IT06 BE READY WHEN THE DOOR OPENSBeasiswa tidak dimulai ketika pendaftaran dibuka.Beasiswa dimulai ketika kamu mulai mempersiapkan dirimu.Kamu punya cerita.Sekarang waktunya menemukan ruangan yang tepat untuk menceritakannya.Find the opportunity. Prepare your evidence. Know your story. And be ready when the door opens. ✨NEXT:🎤 Series #5 — Confessions of an Awardee: Yang Tidak Diceritakan di Balik Prestasi
Materi Pendukung -
5
Confessions of an Awardee: Yang Tidak Diceritakan di Balik Prestasi
🏅 Confessions of an Awardee: Yang Tidak Diceritakan di Balik PrestasiSeries #5 Ruang MapresMentor: Ni Made Dwinda Sintania Putri | DwindaPernah lihat feed seseorang yang penuh piagam, sertifikat, foto kemenangan, lalu berpikir,"Kok hidup dia kelihatannya mulus banget ya?"Atau mungkin kamu sedang ada di fase:"Aku sudah coba banyak lomba, tapi belum menang.""Aku capek membagi waktu antara kuliah, organisasi, lomba, dan kerja.""Kenapa orang lain kelihatannya bisa melakukan semuanya, sementara aku justru kewalahan?"Padahal, yang terlihat dari sebuah prestasi biasanya hanya hasil akhirnya.Kita melihat piala, sertifikat, gelar, dan pencapaian. Tapi jarang melihat karya yang pernah ditolak, lomba yang gagal, deadline yang bertabrakan, malam yang dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan, atau hari-hari ketika semuanya terasa terlalu banyak.Karena itu, Ruang Mapres Series #5 hadir dengan cerita yang sedikit berbeda.Kalau Konten 1-4 lebih banyak membahas how to: mulai dari membangun ide, portofolio, melindungi karya, sampai strategi menghadapi seleksi beasiswa, Konten 5 mengajak kita melihat sisi lain di balik prestasi yang tidak selalu terlihat dari luar.Materi ini berangkat dari pengalamanku sebagai Mahasiswa Berprestasi 3 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2025, sekaligus perjalanan mengikuti berbagai lomba, kegiatan ilmiah, organisasi, dan pekerjaan freelance sejak awal kuliah. ✨ Apa yang akan kamu temukan di konten ini?Tentang 20+ pengalaman lomba, kompetisi, dan seleksi selama 2024–2026, yang ternyata tidak semuanya berakhir dengan kemenangan. Ada yang berhasil, ada yang hanya sampai final, dan ada juga yang berhenti di tahap awal.Tentang lomba pertama yang justru gagal.MUSWIL I ISMKMI 2025 di USU menjadi lomba pertamaku selama kuliah bersama tim “Besok Wisuda”. Setelah mempersiapkan karya dengan serius, hasilnya ternyata tidak masuk 10 besar. Bahkan, pengumuman tersebut datang tepat di hari ulang tahunnya.Namun, cerita itu tidak berhenti di sana.Beberapa bulan kemudian, karya yang sama justru berhasil meraih Juara 1 KSE JUARA, Juara 2 IHC, hingga Best Oral Presenter IANC 2025.Dari sana, ada satu hal yang menjadi semakin jelas:Gagal di awal bukan berarti gagal selamanya.Konten ini juga membahas realita ketika kuliah, lomba, organisasi, dan freelance harus berjalan bersamaan. Bukan untuk menunjukkan bahwa kita harus selalu sibuk atau mampu melakukan semuanya sekaligus, tetapi untuk menunjukkan bahwa di balik produktivitas juga ada rasa lelah, jam tidur yang berkurang, tekanan, dan kebutuhan untuk belajar menentukan batas.Lalu, bagaimana semuanya bisa tetap berjalan?Bukan dengan mencoba memasukkan lebih banyak aktivitas ke dalam satu hari.Justru dengan belajar memilih apa yang perlu dikejar, apa yang bisa ditunda, dan apa yang harus dilepaskan.Mulai dari menentukan prioritas, menggunakan kembali bahan yang sudah dimiliki seperti CV, draft esai, template desain, dan dokumentasi karya, menyatukan seluruh deadline dalam satu kalender, memecah pekerjaan besar menjadi bagian-bagian kecil, sampai belajar mengatakan “tidak” atau “nanti dulu” ketika sebuah kesempatan mulai mengorbankan komitmen yang lain.Dan yang paling penting, perjalanan berprestasi tidak harus dilakukan dengan mengorbankan diri sendiri.Support system, istirahat, dan kemampuan mengenali kapan kita membutuhkan bantuan juga merupakan bagian dari strategi untuk terus berjalan. 💡 KEY TAKEAWAYSPrestasi yang terlihat mulus dari luar hampir selalu dibangun dari proses yang tidak terlihat.Dari 20+ lomba dan seleksi, tidak semuanya menghasilkan kemenangan. Tetapi konsistensi untuk terus mencoba jauh lebih penting daripada sekadar menghitung berapa kali kita menang.Karya yang ditolak hari ini tidak otomatis menjadi karya yang buruk. Bisa jadi, ia hanya membutuhkan kesempatan, evaluasi, dan waktu yang berbeda.Manajemen waktu juga bukan tentang bagaimana melakukan semuanya sekaligus. Kadang, manajemen waktu terbaik justru dimulai dari keberanian untuk memilih apa yang tidak dilakukan sekarang.Jangan selalu mulai dari nol. Simpan CV, draft esai, template, dokumentasi karya, dan berbagai bahan dasar yang bisa dikembangkan kembali ketika kesempatan berikutnya datang.Dan jangan lupa:Menjaga diri bukan berarti berhenti mengejar prestasi. Menjaga diri adalah bagian dari cara kita bisa terus mengejarnya. 📝 TIME MANAGEMENT REALITY CHECKCoba buka notes kamu dan tanyakan:☐ Apa saja komitmen yang sedang aku jalani?☐ Mana yang deadline-nya berdekatan?☐ Apa yang sebenarnya bisa ditunda?☐ Apakah minggu ini aku sudah menjadwalkan waktu untuk istirahat?☐ Siapa yang bisa aku hubungi ketika semuanya terasa terlalu berat?Bukan untuk membuatmu merasa harus lebih produktif.Tapi untuk membantu kamu melihat apa yang benar-benar penting. 🎓 CONFESSIONS OF AN AWARDEEAku pernah gagal.Aku juga pernah kewalahan.Lalu aku belajar bahwa menjadi berprestasi bukan berarti harus melakukan semuanya.It means knowing what matters, what can wait, and when you need to pause.Failure taught me.Time management kept me going.Terima kasih sudah menemani seluruh perjalanan Ruang Mapres Series, dari membangun ide, portofolio, melindungi karya, mempersiapkan beasiswa, hingga akhirnya melihat cerita di balik pencapaian itu sendiri.Semoga series ini bukan hanya membuatmu tahu bagaimana cara membangun prestasi, tetapi juga mengingatkan bahwa kamu tidak harus menjadi sempurna untuk memulainya.Keep trying. Keep learning. And take care of yourself along the way🎓✨
Materi Pendukung
Ni Made Dwinda Sintania Putri
Juara 1 Mawapres Keperawatan FK Unud 2026
Universitas Udayana
Mahasiswa Keperawatan Udayana • Juara 1 Mawapres Keperawatan 2026 • Penerima Beasiswa • Penulis Buku & Pemegang Hak Cipta
Pilih paket untuk membuka kelas ini. Bayar satu kali, akses selamanya tanpa perpanjangan.
Fasilitas Materi:
- Video Belajar 5 Modul
- Kategori Menulis Buku, Hak Cipta, & Beasiswa
- Materi Pendukung Tersedia
- Akses Selamanya · Tanpa perpanjangan