? Poster Ilmiah

Poster Ilmiah

Poster Ilmiah

Materi Terkunci

Pilih paket untuk mulai menonton

Tentang Kelas Ini

Pelajari strategi membuat poster ilmiah yang informatif dan layak juara, mulai dari mengolah ide dan data penelitian, menyusun alur informasi, memilih visualisasi yang tepat, hingga teknik desain dan presentasi agar karya lebih kuat di hadapan juri.

Daftar Video (5)

  1. 1

    Overview Poster Ilmiah dan Memulai Desain

    Episode #1 Ruang Mapres🎨 Communicate, Don’t Decorate: Memahami Esensi Poster IlmiahMentor: Jasmine Athiyya“Poster ilmiah bukan tentang seberapa banyak informasi yang bisa kamu masukkan, tetapi seberapa jelas pesan yang bisa audiens bawa pulang.”Pernah melihat poster ilmiah yang penuh warna, grafik, gambar, dan tulisan, tetapi setelah melihatnya beberapa saat justru masih bingung sebenarnya penelitian tersebut membahas apa? Sering kali kita menganggap poster yang bagus adalah poster yang paling ramai atau paling menarik secara visual. Padahal, poster ilmiah memiliki tujuan yang lebih penting: mengomunikasikan penelitian kepada audiens secara cepat, jelas, dan bermakna. Poster bukan sekadar mini paper dan bukan pula sekadar karya desain.Melalui Episode #1 Ruang MAPRES, kita akan mengenal bagaimana sebenarnya sebuah poster ilmiah bekerja sebagai media komunikasi. Kita akan membahas perbedaan poster dengan paper dan presentasi, bagaimana audiens berinteraksi dengan sebuah poster, mengapa informasi yang terlalu banyak justru dapat menghambat komunikasi, serta bagaimana menemukan take-home message yang menjadi inti dari penelitianmu. 🎯 Apa yang akan kamu pelajari?Memahami fungsi dan karakteristik poster ilmiah.Memahami perbedaan poster, paper, dan presentasi lisan.Mengenali kesalahan umum yang membuat poster sulit dipahami.Menentukan informasi yang benar-benar penting untuk ditampilkan.Menemukan take-home message dari sebuah penelitian.Memahami poster sebagai media untuk memulai scientific dialogue, bukan sekadar menampilkan seluruh isi penelitian. 💡 Key TakeawaysPoster ≠ paper yang diperkecil.Jangan bertanya, “Apa saja yang bisa saya masukkan?” tetapi tanyakan, “Apa yang perlu audiens pahami?”Poster yang baik memiliki satu pesan utama yang mudah ditemukan.Desain bukan tujuan akhir; desain adalah alat untuk membantu pesan tersampaikan.Communicate, don’t decorate.

    Materi Pendukung
  2. 2

    Mengubah Penelitian Menjadi Scientific Storyline

    Episode #2 Ruang Mapres📖 Build Your Scientific Story: Mengubah Penelitian Menjadi Cerita VisualMentor: Jasmine Athiyya“Penelitianmu mungkin panjang. Poster kamu tidak harus begitu.”Sebuah penelitian dapat memiliki puluhan halaman, banyak variabel, tabel, grafik, dan referensi. Namun, ketika semuanya dimasukkan ke dalam poster, hasilnya justru bisa menjadi penuh dan sulit dibaca. Tantangannya bukan sekadar memotong tulisan, tetapi menentukan informasi mana yang benar-benar dibutuhkan audiens untuk memahami cerita penelitianmu. Sebelum poster memiliki desain, ia harus memiliki alur cerita yang jelas.Melalui Episode #2 Ruang MAPRES, kita akan belajar bagaimana mengubah penelitian menjadi scientific storyline yang lebih ringkas dan mudah diikuti. Mulai dari menemukan take-home message, menyederhanakan introduction, memvisualisasikan metode, memilih hasil utama, mengubah tabel menjadi grafik, hingga memangkas teks tanpa menghilangkan makna ilmiahnya. Karena membuat poster bukan berarti mengurangi sains, tetapi memilih cara terbaik untuk menceritakan sains tersebut. 🎯 Apa yang akan kamu pelajari?Menemukan take-home message dari penelitian.Membangun alur Problem → Question → Method → Result → Meaning.Menyederhanakan introduction menjadi konteks yang benar-benar diperlukan.Memvisualisasikan metode agar lebih mudah dipahami.Memilih hasil penelitian yang paling penting untuk ditampilkan.Mengubah tabel atau data kompleks menjadi visual yang lebih komunikatif.Memangkas teks tanpa kehilangan pesan ilmiah.Menggunakan angka, simbol, dan visual secara strategis.Membangun reading flow yang jelas dalam poster. 🔍 Kenapa tahap ini penting?Audiens tidak datang untuk membaca skripsimu dari awal sampai akhir.Informasi yang dipilih dengan baik membuat pesan penelitian lebih cepat ditemukan.Visualisasi dapat membantu audiens memahami hubungan, pola, dan perbandingan data.Storyline yang jelas membuat poster terasa seperti satu cerita, bukan kumpulan kotak informasi. 💡 Key TakeawaysLess information ≠ less science.Jangan memasukkan semua hasil hanya karena semuanya ada di penelitian.Setiap bagian poster harus memiliki alasan mengapa ia ada.Grafik bukan sekadar pengganti tabel; pilih visual berdasarkan pesan yang ingin disampaikan.Sebelum mendesain, pastikan kamu sudah bisa menceritakan penelitianmu dalam beberapa kalimat.See you in the next journey!Don’t just summarize your research. Build its story. 📖🔬

    Materi Pendukung
  3. 3

    Prinsip Utama dalam Desain Poster Ilmiah

    Episode #3 Ruang Mapres🎨 Design with Evidence: Mengapa Poster yang Bagus Itu Bekerja?Mentor: Jasmine Athiyya“Kalau mata audiens tidak tahu harus melihat ke mana, berarti desainmu belum selesai.”Mengapa ada poster yang membuat kita langsung tahu judul, menemukan hasil utama, kemudian memahami grafik tanpa merasa kewalahan? Sebaliknya, ada poster yang secara ilmiah sangat baik tetapi terasa melelahkan untuk dibaca. Ternyata, desain poster tidak hanya tentang memilih warna yang cantik atau font yang sedang tren. Cara informasi disusun dapat memengaruhi bagaimana audiens memperhatikan, memahami, dan mengingat pesan.Melalui Episode #3 Ruang MAPRES, kita akan membedah prinsip desain yang membuat sebuah poster lebih mudah dipahami. Kita akan mengenal visual hierarchy, Gestalt principles, typography, white space, color, accessibility, serta data visualization, dan memahami bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat digunakan untuk mengarahkan perhatian audiens tanpa membuat poster kehilangan identitasnya. Jadi, kali ini kita tidak hanya akan bertanya “Apakah desain ini bagus?”, tetapi “Apakah desain ini bekerja?” 🎯 Apa yang akan kamu pelajari?Membangun visual hierarchy agar audiens mengetahui prioritas informasi.Memahami prinsip Gestalt dalam pengelompokan informasi.Menggunakan typography secara konsisten dan fungsional.Memahami fungsi white space dalam membantu keterbacaan.Memilih warna berdasarkan fungsi komunikasi, bukan sekadar estetika.Mempertimbangkan accessibility dan readability.Memilih grafik berdasarkan jenis data dan pesan yang ingin disampaikan.Menghindari elemen visual yang tidak memberikan fungsi komunikasi. 🔍 Kenapa tahap ini penting?Audiens perlu mengetahui apa yang harus dilihat terlebih dahulu.Hierarki visual membantu membedakan informasi utama dan pendukung.White space bukan ruang kosong yang terbuang, tetapi bagian dari struktur desain.Grafik dan visual yang tepat dapat membantu audiens memahami informasi dengan lebih cepat.Desain yang efektif bukan yang paling dekoratif, tetapi yang mendukung proses komunikasi. 💡 Key TakeawaysDesign is a communication tool, not decoration.Setiap elemen visual harus memiliki fungsi.Hierarki menentukan apa yang dilihat terlebih dahulu.Jangan menggunakan warna, font, atau ikon hanya karena terlihat menarik.Tanyakan selalu: “Apakah elemen ini membantu audiens memahami pesan?”Poster yang baik membuat audiens merasa dituntun, bukan dipaksa membaca. See you in the next journey!Don’t ask only “Does it look good?” Ask “Does it communicate?” 👀🎨

    Materi Pendukung
  4. 4

    Menyusun Poster Ilmiah Berkualitas dan Sesuai Pedoman

    Episode #4 Ruang Mapres🖥️ From Draft to Poster: Membangun Poster dari Nol hingga Siap SubmissionMentor: Jasmine Athiyya“Jangan mulai dari template. Mulailah dari pesan.”Sudah punya penelitian dan sudah tahu konsep posternya, tetapi begitu membuka Canva atau PowerPoint justru bingung harus mulai dari mana? Banyak orang langsung memilih template, memasukkan teks, kemudian mencoba menyesuaikan semuanya dengan ruang yang tersedia. Akibatnya, desain menjadi penuh, hierarki informasi tidak jelas, dan beberapa elemen penting justru harus dikorbankan. Padahal, poster yang baik seharusnya dibangun secara sistematis dari konten menuju visual, bukan sebaliknya.Melalui Episode #4 Ruang MAPRES, kita akan mengikuti proses mengubah draft penelitian menjadi sebuah poster yang siap digunakan untuk kompetisi. Mulai dari membaca guideline lomba, menentukan ukuran dan struktur, membuat grid, mengatur hierarki, menempatkan teks dan visual, menyusun grafik, hingga melakukan pengecekan akhir sebelum submission. Di tahap ini, kita akan menggabungkan seluruh prinsip dari episode sebelumnya menjadi satu workflow yang praktis dan dapat digunakan untuk membuat poster dari nol. 🎯 Apa yang akan kamu pelajari?Membaca dan menerjemahkan guideline kompetisi menjadi kebutuhan desain.Menentukan ukuran, format, dan struktur poster.Membuat grid dan pembagian ruang.Menentukan hierarki informasi sebelum mulai mendesain.Menempatkan headline, key message, visual, grafik, dan teks secara strategis.Menjaga konsistensi typography, spacing, dan visual.Melakukan quality control sebelum submission.Mengecek ukuran, resolusi, format file, keterbacaan, dan kesesuaian dengan guideline. 🔍 Kenapa tahap ini penting?Desain yang baik membutuhkan perencanaan, bukan hanya kemampuan menggunakan aplikasi.Grid membantu menjaga struktur dan konsistensi poster.Guideline lomba merupakan bagian dari strategi kompetisi, bukan sekadar aturan teknis.Final checking dapat mencegah kesalahan kecil yang mengurangi kualitas karya. 💡 Key TakeawaysDon’t start with Canva. Start with your message.Template boleh menjadi alat bantu, tetapi jangan sampai menentukan isi penelitianmu.Bangun struktur terlebih dahulu, kemudian visual.Setiap keputusan desain harus kembali pada pesan dan target audiens.Poster yang siap submission adalah poster yang sudah melewati content check → visual check → technical check. See you in the next journey!Build with intention. Design with purpose. Submit with confidence. 🖥️🏆

    Materi Pendukung
  5. 5

    Teknik Presentasi Poster Ilmiah Juara

    Episode #5 Ruang Mapres🎤 Present Like a Professional: Membuat Poster yang Tidak Hanya Dilihat, tetapi DiingatMentor: Jasmine Athiyya“Jangan hanya membuat poster yang bagus. Bersiaplah ketika juri bertanya: ‘Coba jelaskan penelitianmu.’”Poster sudah selesai, desain sudah rapi, dan akhirnya kamu berdiri di depan juri. Lalu muncul pertanyaan sederhana: “Apa inti penelitian kamu?” Di sinilah banyak peserta justru kehilangan arah. Mereka membaca isi poster dari atas ke bawah atau mencoba menjelaskan semua bagian penelitian sekaligus. Padahal, presentasi poster bukanlah membaca poster dengan suara keras. Poster seharusnya menjadi alat bantu untuk memulai percakapan ilmiah.Melalui Episode #5 Ruang MAPRES, kita akan belajar bagaimana membawa poster dari layar ke hadapan audiens dengan lebih percaya diri dan profesional. Kita akan membahas cara membuat elevator pitch, menyusun presentasi singkat, menjelaskan take-home message, menggunakan poster sebagai visual aid, hingga menghadapi pertanyaan dan kritik dari juri. Karena dalam kompetisi, karya yang bagus perlu didukung oleh kemampuan untuk menjelaskan, mempertahankan, dan meyakinkan orang lain terhadap ide yang kamu bawa. 🎯 Apa yang akan kamu pelajari?Menyusun elevator pitch untuk menjelaskan penelitian secara singkat.Membuat struktur presentasi Problem → Method → Key Finding → Meaning.Menjelaskan poster tanpa sekadar membaca teks.Menggunakan visual dalam poster sebagai alat bantu presentasi.Menyesuaikan penjelasan dengan kebutuhan audiens.Membangun komunikasi yang percaya diri dengan juri.Menghadapi pertanyaan dengan struktur jawaban yang jelas.Mengidentifikasi kekuatan dan keterbatasan penelitian secara profesional. 🔍 Kenapa tahap ini penting?Poster adalah awal percakapan, bukan akhir dari komunikasi.Juri tidak hanya menilai apa yang terlihat di poster, tetapi juga bagaimana kamu memahami karya sendiri.Presentasi yang terlalu panjang dapat mengaburkan pesan utama.Kemampuan menjawab pertanyaan menunjukkan bahwa kamu memahami alasan di balik setiap keputusan penelitian dan desain. 💡 Key TakeawaysDon’t read your poster. Tell its story.Mulailah dengan masalah dan pesan utama, bukan seluruh detail penelitian.Presentasi singkat membutuhkan prioritas, bukan kecepatan berbicara.Ketika juri bertanya, jangan terburu-buru menjawab; pahami pertanyaannya terlebih dahulu.Kenali bukan hanya kelebihan, tetapi juga keterbatasan penelitianmu.Jangan hanya mengakhiri presentasi. Leave a message. See you in the next journey!Don’t just present your poster. Make your research memorable. 🎤🏆

    Materi Pendukung
Jasmine Athiyya Arva M
Pemateri

Jasmine Athiyya Arva M

10+ Research Project & Juara Poster Ilmiah

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Mahasiswa Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang • Aktif dalam Kompetisi Poster Ilmiah

Sekali bayar · Akses selamanya

Pilih paket untuk membuka kelas ini. Bayar satu kali, akses selamanya tanpa perpanjangan.

Mulai Belajar

Fasilitas Materi:

  • Video Belajar 5 Modul
  • Kategori Poster Ilmiah
  • Materi Pendukung Tersedia
  • Akses Selamanya · Tanpa perpanjangan